Kera jadi penonton, ular merajalela..

June 24th, 2006 by insan-company

Ada pesta di hutan. Semua binatang ikutan. Kebetulan anaknya ibunya kera lagi ngobrol sama anaknya ibunya ular. "Kenapa sih lo bisa cepet banget, ra?" tanya ular. Seraya mendongakkan kepalanya si kera menjawab, "hahaha..kau ular bertubuh pendek. Untuk mencapai puncak pohon saja kau harus merayap. Sedangkan diriku, tanpa bantuan saudaraku yang lain bisa dengan mudah mencapai puncak pohon."

Ular terdiam saja. Dalam hati dia berniat mengalahkan kera. Tapi bagaimana? Tubuhnya hanyalah seuntai tali panjang, bukan seperti kera yang lincah bergerak kesana kemari. Ah, itu dia! Seuntai tali!

Singkat cerita, sperti yang bisa anda tebak sebelumnya, si ular pun menang. Sekian saja. Mudah-mudahan bisa fotonya (loh, kok) nggak, ding, mksdnya diambil hikmahnya.

Aduh, gak penting yah..Tuing..tuing..gubrak!

Ujian yang menyenangkan

June 18th, 2006 by insan-company

Sejak Nabi Adam dilahirkan ke dunia ini sampai sekarang, kita hanya bisa menggolongkan manusia kepada 2 golongan.

Golongan pertama adalah golongan orang yang bahagia. Mereka yang sedang termasuk dalam golongan ini biasanya berharap agar roda kehidupan dapat berhenti berputar, sehingga mereka ada pada roda kebahagiaan terus menerus. Kalau harapan mereka yang pertama itu berhasil, harapan kedua mereka adalah agar waktu berhenti berjalan, sehingga kehidupan mereka di dunia ini kekal.

Golongan kedua adalah golongan orang yang sengsara. Menurut statistik, orang-orang dalam golongan ini menyumbangkan presentase terbesar mereka dalam tempat-tempat ibadah, seperti mesjid, gereja, pura, atau wihara. Buat apa lagi selain berdoa agar roda kehidupan dapat berputar cepat.

Manakah yang doanya akan dikabulkan oleh Tuhan?

Kalau melihat waktu yang terus berjalan dan roda kehidupan yang terus berputar, dapat kita tarik kesimpulan kalau doa orang-orang yang termasuk dalam golongan sengsaralah yang lebih didengar, karena biasanya mereka berdoa dengan sangat serius dan khusyuk. Kembali mengacu pada statistik, orang-orang yang sudah pindah dari golongan kedua ke golongan pertama akan mengurangi frekuensi berdoa mereka bahkan menghentikannya.

Tadi pagi gw lagi ada di golongan kedua, namun sekarang Alhamdulillah udah masuk ke golongan pertama lagi. =) Ada 60 soal, waktu 75 menit. 20 menit buat ngerjain, 5 menit bengong, 50 menit tidur. Ah, begonya lagi gw mimpi tadi. Sungguh memalukan. Tapi tadi itu mimpi yang lumayan menyenangkan. Tadi pagi Rasa itu bagai air terjun yang mengalir deras. Indah, namun tak bisa melihat tiap butiran air yang begitu bermakna. Kecuali tentu saja, jikalau mau mendekat.

sebuah kritik? ataukah fakta?

June 15th, 2006 by insan-company

Orang paling bahagia didunia ini itu yang kayak gimana si? Yang udah menemukan seorang yang bisa ia sayangi dan cintai sementara banyak orang disana menderita akibat cinta? Atau yang udah bisa ongkang-ongkang kaki sementara diluar sana banyak orang yang masih kesulitan buat nyari sesuap nasi? Atau orang yang..apa lagi? Gw rasa gak ada benernya. Karena menurut gw, orang paling bahagia itu kalo dia bisa melihat orang-orang disekitarnya bahagia juga. Gak peduli bahagia karena siapa, yang jelas, orang itu harus membuat orang-orang disekitarnya bahagia. Kalau orang sekitar udah bahagia, gak ada lagi kan yang jadi halangan bagi kita untuk sekedar tersenyum atau lebih dari itu, yaitu tertawa, karena tidak akan ada orang yang iri kepada kita karena kita bahagia.

Betul, gak? Baru bangun tidur, ni, gw. Jadi harap maklum kalo agak ngaco. Hehehe. By the way, gw suka lagu The Second You Sleep-nya…siapa, ya. Gak tau gw yang nyanyi. Disini tulisannya Artist aja. Dari judulnya aja udah mengajarkan kita untuk tidur kedua kalinya. Jadi abis bangun tidur, kalo pengen tidur lagi, lagu ini bagus buat pengantar tidur yang kedua. Hehehe, kok jadi aneh gitu ngartiinnya.

*** (sekedar cerita di universitas X)

Danau kampus itu sunyi sepi. Aliran air yang tenang, burung berkicau membuat hati damai. Namun, beberapa meter tak jauh dari sana, mahasiswa baru yang tergabung dalam Aliansi Manusia Pasrah (AMP), mengikuti serangkaian acara yang bertajuk Hari Kesenangan Manusia (HKM). Sungguh hebat. Dalam 1 kalimat, kata manusia bisa bermakna sangat berlainan. Ah, tidak terlalu, kalau melihat konflik antar golongan yang terjadi di negara ini. Bahkan dalam 1 meter saja antar ciptaan Tuhan itu mungkin terjadi banyak perbedaan. Ada istana didepan rumah berbilik bambu. Ada pengemis yang mencari sesuap nasi di depan mobil mewah yang baru 1 detik ada di televisi.

Acara itu memang dimaksudkan untuk mendidik mahasiswa baru agar bisa ‘klop’ dengan kehidupan kampus yang jauh dari masa SMA. Namun, coba hitung berapa senior yang datang ke kampus benar-benar untuk memberikan pendidikan pada junior mereka. Ada memang, tapi saya tidak perlu meminjam jari orang lain untuk bisa menghitungnya dengan lengkap.

Dengan bangganya mereka memakai jaket almamater yang mungkin baru dipakai lagi setelah 1 tahun menjadi pajangan. Padahal sudah berjarak beberapa meter dari muka juniornya, tapi tetap saja volume yang keluar dari mulut mereka maksimum.

Suasana menjadi lebih cerah ketika kegiatan rohani tiba. Senyum yang dari tadi dilarang pun keluar juga. Saya tidak tahu agama mana yang mengajarkan untuk tidak boleh senyum kepada orang lain. Bahkan Nabi Muhammad, yang diakui oleh beberapa buku sebagai orang yang paling berpengaruh di dunia, adalah yang pertama menjenguk salah satu orang yang selalu menghinanya, ketika orang itu sakit.

Hari Kesenangan Manusia pasti tetap ada. Tapi alangkah baiknya jika peserta yang terlibat tergabung dalam Aliansi Manusia Ceria..

Siapa yang marah? Alam atau Tuhan?

June 12th, 2006 by insan-company

Ada pertanyaan menarik yang mengusik gw di pagi ini: Siapa yang sedang marah? Apakah alam atau Tuhan? Namun, karena tidak urung menemukan jawaban, benak gw memunculkan 1 pertanyaan lain: Kenapa mereka bisa marah?

Gempa bumi di Yogyakarta belum lama berlalu. Sukarelawan yang terjun langsung ke lokasi gempa pun belum urung menyelesaikan ‘kewajibannya’. Namun, di kabupaten yang letaknya tidak jauh dari Yogya, yaitu Sidoarjo, tepatnya di Desa Siring, sudah menyusul lumpur panas yang meluluhlantahkan mayoritas sawah disana. Beruntung bagi warga yang tidak menggantungkan hidupnya pada hasil pertanian. Tetapi bagaimana dengan warga yang untuk makan sehari-harinya hanya bergantung pada sawah mereka?

Maka, tidak ada yang bisa disalahkan atas tindakan warga yang menjebol tanggul penutup yang mencegah agar lumpur panas tersebut tidak membanjiri jalan tol. Meskipun jalan tol tersebut merupakan salah satu akses yang penting. Ya, memang tidak ada yang bisa disalahkan.

Termasuk PT Lapindo Brantas. Ketika ‘dituduh’ telah melakukan pelanggaran terhadap analisis mengenai dampak lingkungan, tentu saja mereka berargumen bahwa lumpur panas itu akibat dari gempa tektonik di Yogya. Ya, kita tidak bisa berkata apa-apa lagi. Peneliti dari Canada dan Amerika Serikat telah diterjunkan ke lokasi untuk meneliti asal lumpur panas itu.

Kalau terbukti PT Lapindo Brantas melakukan pelanggaran, sudah sepatutnya kita menangis. Memohon ampun kepada Yang Maha Kuasa. Sebagai yang dipercaya menjadi khalifah di muka bumi ini, kita tidak mampu menjaga bumi dengan baik.

Ah, pertanyaan pertama gw tadi otomatis terjawab. Siapa yang sedang marah? Alam atau Tuhan? Atau masih ada yang bingung?

Oleh Deni Lukmanul Hakim (ya, iya, lah) :D

Dan tuan rumah pun menang

June 9th, 2006 by insan-company

Ditemani oleh seorang teman yang sangat gendut ^-^

http://www.pialadunia.com/?url=http://www.pialadunia.com/tahun/2006/bulan/06/tgl/10/time/005757/idnews/613236/idkanal/439

Malam yang sangat menyenangkan bagi gw, dan bagi tuan rumah piala dunia 2006, Jerman..

Beginilah hidup

June 8th, 2006 by insan-company

Jam 2.30 waktu indonesia bagian barat tapi agak selatan dikit. Beberapa jam lagi Ujian Praktikum. Beberapa jam sudah dilewati dengan mempelajari bagaimana indahnya ciptaan Allah swt.

Frontal Superior Gyrus, Cinguli Gyrus, Centralis Rolandi Sulcus, Aquaductus Sylvii

Semua diatas itu mempunyai fungsinya masing-masing. Padahal ciptaan Allah yang sangat sempurna itu berasal dari 1 sel sperma yang bertemu dengan 1 sel ovum. Subhanallah..

Walau lelah kucoba

Tuk menggapai hatimu

Dulu gw pernah bingung kenapa harus berjuang untuk meraih sesuatu. Mungkin karena apa yang gw dapatkan dari dulu karena sebuah rutinitas yang berulang. Nilai bagus ya karena kebiasaan belajar. Bukan karena berjuang belajar beberapa hari sebelum ujian. Nilai jelek ya karena gak punya kebiasaan belajar. Bukan karena gak belajar malam sebelum ujian.

Hidup disini membuat siapapun dapat mempelajari banyak hal. Dari mulai yang paling kecil, seperti kerjasama antar anggota kelompok, sampai hal yang sakral, yaitu mempelajari indahnya ciptaan Allah swt. Seperti pohon, sebenarnya kehidupan dimanapun merupakan banyak buah ranum yang terdapat pada pohon tersebut. Tinggal gimana kita menyikapi setiap musim berbuah. Kalau siap, buah yang sudah ranum tersebut akan kita petik dan kita nikmati. Namun, kalau belum siap, buah yang sudah ranum itu mungkin saja akan jatuh mengenai kepala kita. Demikian halnya ketika kita menyikapi sebuah masalah. Kalau sudah siap menghadapi berbagai macam cobaan, barulah boleh berjuang. Fokus terhadap apa yang diperjuangkan. Jangan sampai yang perjuangan itu menjadi cobaan.

Segala yang kuberi

Tak pernah berarti

Lagu Serious yang ini lumayan juga ya ternyata. Setidaknya lumayan untuk dicerna. Ada beberapa kalimat yang gw gak setuju. Yang terakhir gw tulis yang gw gak stuju. Apapun yang udah kita lakukan, gak ada yang gak berguna. Semuanya pasti berguna. Termasuk pacaran. Ketika putus, banyak orang yang kecewa, yang merasa kehilangan, dan lainnya. Padahal kita gak pernah kehilangan apapun. Pelajaran yang kita dapat sungguh amat banyak. Menyatukan 2 hati yang berbeda tidaklah seperti membalikkan telapak tangan. Begitu pula ketika sedang menghadapi masalah. Hanya orang yang terlatihlah yang dapat men-solved semua masalah itu.

Ya sudah. Mungkin sekian isi blog yang penuh ceramah ini. :D Sekali-kali, cuy, gw jadi ustadz. (tuh kan, nulis ustad aja bingung)

Will you call my name?

June 7th, 2006 by insan-company

I can feel the magic floatin’ in the air
Being with you gets me that way
I watch the sunlight dance across your face, and I,
I’ve never been this swept away.

All my thoughts just seem to settle on the breeze
When I’m lying wrapped up in your arms
The whole world just fades away, the only thing I hear
Is the beating of your heart.

And I can feel you breathe, it’s watching over me
Suddenly I’m melting into you
There’s nothing left to prove, baby all we need is just to be
Caught up in the touch, slow and steady rush
And baby, isn’t that the way love’s supposed to be
I can feel you breathe, Just breathe.

In a way I know my heart is waking up
As all the walls come tumblin’ down
Closer that I’ve ever felt before and I know and you know
There’s no need for words right now.

Itu lagu cuma naro diatas aja. Artinya mah kagak tau. :D Gimana pembaca setia? (kya banyak gitu yang baca). Seperti yang dikutip oleh teman saya, Delta, jadilah penghuni milisnya teknologia karena akan sangat bagus sekali bagi perkembangan otak hemisfer kiri, yang mengatur seluruh kegiatan yang berhubungan dengan berpikir, dll (dan lupa lagi) –> Payah, baru juga kuliah tadi.

Hari Jumat ujian. Hari Sabtu Senat. Hari Minggu ngajar. Nah, lo. Kapan waktu untuk bersenang-senang? Oh..poor me..

I trace the lines that run down your face
Pouring you in, into disgrace.
I’ll sit back as you leave like this.
I get pulled into things I miss.

I am here trying to explain,
It’s been so long I can’t complain.
About the things you said you’d hate,
There’s so much I can’t wait.

No rest for the weary,
No sleep for the tired and the distressed.
I guess, there’s too much doubt,
And there’s too much hate,
There’s so much I can’t wait.

And I’ll wait, I’m still in love like this,
And I guess, it’s impossible to miss.
Like the back of my neck,
I’m feeling the strain,
Of living without,
Inside of hate.

Will you wait for me?
Or will you call my name?
Will you wait for me?

How can I not love you..

June 4th, 2006 by insan-company

How can I not love you? How can I not love you? What do I tell my heart? When do I not want you?

Lagu Joey Enrique mengalun santai menemani gw malam ini. Gak tau kenapa, tapi kyanya ada makna yang lumayan dalem dari lagu itu. Entah untuk siapa, entah bagi siapa. Hari ini ngajar dari pagi. Sore langsung dipaksa ikutan arisan keluarga. Sebenernya agak males karena gw udah niat belajar buat ujian hari Senin ini. Tapi berhubung udah jarang ketemu saudara, jadi datang, lah. Di rumahnya Mas Galih, daerah Bintaro. Sempet terperangah juga ngeliat pemandangan di sekitar TB Simatupang yang udah jarang gw liat semenjak hengkang dari 28.

Ganti lagu, Not to me. Kalo yang ini gw lebih menikmati melodi lagunya. Sampai di rumah Mas Galih, ngobrol basa-basi sama Mas Tommy, eh, taunya langsung to the point, nanyain uni yg itu. Jadi inget lagi masa-masa itu. Belajar full 1 bulan ampe sering nginep di perpustakaan (dengan niat belajar, taunya malah browsing). Niat untuk pindah waktu itu besar banget. Masa-masa tegang menunggu, sampai pengumuman. Lalu Electrical Engineering udah ditangan. Beberapa hari kemudian, memutuskan untuk tetap di kampus tercinta. Mengapa?

Tepat hari itu gw register di topcoder. Gw ngecek berita per berita. Track-tracknya jelas banget. Ampe coding dari tiap kompetisi juga historynya rapih. Peringkat 1 waktu itu masih Tomek, dari Polandia. Dari situ juga ada link ke sitenya UVA. Dari situ juga besoknya gw ngebela-belain ke fasilkom buat pinjem buku PC-nya Steven Skiena. Gw baca lebih lanjut, ternyata semua pengarang buku itu dari computer science. Hari itu semangat gw untuk pindah mulai berkurang.

Hari itu juga gw baru tau kalo Pak Marsetyo (guru gw yang di nf dulu) dari Elektro UI. Esok harinya gw ngerasain rasa kekeluargaan yang erat banget di kelompok diskusi gw. Lusanya gw putuskan untuk gak pindah. Sebenernya alasan utamanya itu yang paling pertama.

Tapi ada alasan lain juga sih. Gak perlu diomongin disini kyanya. Hehe. (Tito, analisalo bener kali ini :D). Ya udah.

But, while he was shouting, he saw with surprise

That the moon of the evening was starting to rise

Up over his head in the darkening skies.

beginilah pemula..

June 2nd, 2006 by insan-company

Solved

no comment :D

Bahkan nelayan lebih tahu

May 28th, 2006 by insan-company

Seorang profesor yang menjadi rektor universitas terbaik di suatu negara berkunjung ke sebuah desa terpencil di pinggir pantai karena bosan dengan apa yang dialami olehnya belakangan hari ini. Ia merasa lelah. Dahulu, ketika masih menjadi siswa SMU, ia ingin melanjutkan ke Fakultas Kedokteran di Perguruan Tinggi ternama. Setelah masuk kedalamnya, ia berusaha menjadi mahasiswa terbaik. Ia berhasil. Dengan perjuangan kuliahnya selama 6 tahun, ia lulus dari universitas itu dengan predikat lulusan terbaik. Berbagai “Bagian” pun berebut menawarkannya untuk melanjutkan program spesialisasi didalamnya. Ia memutuskan masuk ke bagian penyakit dalam, dengan harapan bisa menjadi dokter ahli penyakit dalam terbaik di negaranya. Lagi-lagi harapannya dikabulkan oleh Allah swt. Setelah menjadi dokter spesialis penyakit dalam, pasiennya terus bertambah setiap harinya. Tak puas dengan pendidikannya, ia meneruskan program S3-nya di Perancis. Setelah kembali ke negaranya, ia dipromosikan untuk menjadi guru besar. Tak lama menjadi guru besar, lagi-lagi ia naik jabatan menjadi rektor perguruan tinggi tersebut. Tak menjadi rektor, ia pun dipromosikan menjadi Menteri Kesehatan. 5 tahun sudah ia menjadi Menteri Kesehatan. Sebentar lagi pemerintahan pun berganti alih. Tak mungkin ia menjadi Presiden karena ilmu yang dimilikinya untuk mengatur suatu negara belumlah cukup. Menjadi menteri lagi, hal itu tidak sesuai dengan alur riwayat kehidupannya sejak dahulu.

Di desa pinggir pantai yang terpencil, jauh dari gemerlapnya kota yang semakin dipenuhi oleh plaza dan mall, profesor itu bertemu dengan nelayan yang sedang menghitung tangkapan ikannya.

Profesor : Dapat berapa hari ini?

Nelayan : Seperti biasa.

Profesor : Mau terus pulang setelah ini?

Nelayan : Ya, setelah ini saya berkumpul bersama keluarga saya, bercengkrama bersama anak saya, dan minum kopi di beranda ditemani istri saya.

Rupanya nelayan tidak menyadari sedang berbicara dengan seorang menteri.

Profesor : Sudah berapa jam melaut?

Nelayan : Baru 1 jam. Tapi ini sudah cukup untuk keluarga saya.

Profesor : Mengapa tidak lebih lama lagi? Bukankah engkau akan mendapatkan ikan yang lebih banyak?

Nelayan : Untuk apa?

Si Profesor mengerutkan keningnya.

Profesor : Ya untuk dijual.

Nelayan : Untuk apa uangnya?

Profesor : Beli perahu yang lebih besar

Nelayan : Untuk apa perahu yang lebih besar?

Profesor : Bukankah dengan perahu yang lebih besar kau akan dapat ikan yang lebih banyak?

Nelayan : Untuk apa ikan yang banyak?

Profesor : Jelas untuk dijual lagi.

Nelayan : Untuk apa uangnya?

Profesor pun diam tak menjawab. Nelayan yang sudah selesai menghitung ikannya langsung menjawab tanpa menunggu jawaban dari si profesor.

Nelayan : Bukankan setelah itu saya akan kembali berkumpul bersama keluarga saya, bercengkrama bersama istri saya, dan bermain bersama anak saya?

Interesting story, isn’t it? Jelas, siapa dulu yang ngarang, hehe. Udah lama gak nulis lagi nih. Sekarang blog di FS jadi pelampiasan gini. Smoga banyak yang baca, ya, dan bisa ditarik kesimpulannya. Sebenernya bagus gak sih jadi orang ambisius? Ada bagusnya, ada nggaknya. Ada satu, mungkin, golongan ambisius yang bagus, yaitu yang bisa bersyukur kepada Tuhannya. Gw sendiri mengakui bahwa gw termasuk orang yang ambisius banget belakangan ini. Termasuk waktu gw ikutan entrance examnya NTU. Ah, kadang gw ngerasa bodoh banget. Ngapain juga ikutan. Gw baru sadarnya abis diterima. Kayak ada yang bisikin gw “den, lo tuh harusnya bersyukur atas apa yang diberikan Allah”.

Tadi seharian di Perpustakaan, download 500 Mb! Dahsyat banget kan. Abis itu pulang. Niatnya pengen jemput ibu, tapi gak jadi. Karena sendirian dirumah, bosen, jadi nelpon. Udah lama juga tuh orang gak gw telpon. Dia tadi langsung loncat-loncatan gak ya waktu gw telpon? Hehe.. (geer banget)

Malam ini gak bisa cerita banyak, nih. Ada banyak alasan sih:

1. Karena emang gak ada yang mau diceritain

2. Karena besok mau lomba

3. Karena tulisan ini rencananya mau gw masukin blog yang di FS. Makanya gak boleh cerita macem-macem, hehe.

Oia, yang nomer 2 kyanya harus dibahas tuh. Besok Final BNPC. Pertama ngebela UI. Pertama ikutan lomba programming saat kuliah. Di tahun pertama. Apalagi yang pertama ya? Oia, mudah-mudahan jadi juara pertama! =p